h1

Di Balik Indahnya High Heels

July 6, 2010

Sepatu dengan hak tinggi (lebih dari 15 cm) terlihat indah dan menawan bagi kaki wanita. Tetapi sebetulnya sepatu dengan hak tinggi tidak terlalu baik untuk kaki, sepatu dengan hak tinggi dapat merusak kaki bahkan tubuh.

High Heels

Menurut Ikatan Ahli Ortopedi Kaki dan Pergelangan Kaki Amerika Serikat, orang-orang rata-rata melangkah sebanyak 10.000 langkah perhari. Hak tinggi akan menggeser setiap kekuatan dari setiap langkah sehingga tekanan berakhir pada telapak kaki bagian belakang dan tulang jari kaki. Akibatnya tumit akan menjadi bengkak dan meradang, sakit pada tumit, kerusakan pada jari kaki, urat tumit yang memendek dan syaraf yang terjerat.

Akibat Pemakaian High Heels Terlalu Sering

Bagi wanita yang memang penggemar sepatu hak tinggi, cobalah untuk tidak memakainya setiap hari dan cari sepatu dengah hak yang tidak terlalu tinggi. Jika sedang bepergian santai – seperti berbelanja – hindari memakai sepatu hak tinggi yang menekan jari kaki menjadi bentuk segitiga. Atau pakai sepatu hak tinggi yang haknya tidak tipis tetapi lebar (platform shoe). Sepatu jenis ini tidak merusakkan kaki dan jari kaki seperti sepatu dengan hak tinggi.

Yang perlu juga diperhatikan adalah wanita lanjut usia. Mereka memiliki lebih banyak masalah dengan kakinya dibanding wanita yang berusia lebih muda. Alasan sederhananya adalah, lapisan lemak yang ada di telapak kaki cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

Salah satu kiat mengurangi masalah pada kaki adalah dengan menggunakan alas kaki yang tepat. Misalnya, sepatu yang memiliki konstruksi yang baik, yang memiliki bantalan dan bagian penutup lembut sesuai bentuk kaki. Wanita usia lanjut juga butuh alas kaki kulit yang dapat “bernapas” dan mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi kulit kaki. Sol sepatu juga sebaiknya dipilih yang berbahan ringan dengan fleksibilitas yang cukup, juga yang tidak licin.
Sepatu sol rendah jauh lebih stabil, mampu melindungi kaki, serta lebih nyaman.

Anda Masih Tertarik Menggunakan HIgh Heels?

Advertisements
h1

Perokok Pasif Makin Mudah Terbunuh

June 26, 2010


San Francisco, Sakit karena merokok adalah buah dari gaya hidup tidak sehat . Tapi jika sakit karena menghirup asap rokok dari perokok sungguh ironis. Kini makin banyak bukti yang menemukan perokok pasif makin mudah terbunuh.

Orang yang hanya menghirup asap tembakau alias perokok pasif, bahkan dua kali lebih mungkin meninggal akibat  penyakit jantung. Sebelumnya juga sudah banyak kasus perokok pasif terkena kanker paru-paru.

“Penemuan ini menambah bukti yang mengaitkan antara perokok pasif lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke),” Dr Steven Schroeder, Direktur Smoking Cessation Leadership Center dari University of California, San Francisco, seperti dilansir dari ChinaDaily, Jumat (25/6/2010).

Dalam studi tersebut Dr Mark Hamer dari Universitas College London dan koleganya menggunakan tes air liur yang dapat mengukur jumlah orang yang telah menjadi perokok pasif.

Peneliti melakukan tes terhadap 13.000 orang di Inggris dan Skotlandia. Penelitian kemudian terus berlanjut selama rata-rata delapan tahun, guna mencatat partisipan yang mengembangkan penyakit jantung dan meninggal.

Selama penelitian, 32 dari sekitar 1.500 orang yang tidak pernah merokok tetapi terpapar asap rokok tinggi dilaporkan meninggal karena penyakit jantung.

Dalam hasil studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of America College of Cardiology edisi terbaru ini, tim Hamer juga menemukan bukti bahwa bekas asap memicu peradangan dalam tubuh, yang dikenal sebagai faktor risiko penyakit jantung.

“Meski mekanisme biologis belum sepenuhnya dipahami, ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa paparan partikel halus (seperti yang ada di asap rokok), dapat menyebabkan peradangan yang ringan hingga parah,” ujar Dr C. Arden Pope III, ekonom dan epidemiologi lingkungan di Brigham Young University di Provo, Utah.

sumber: okezone.com

h1

Mainan yang Tepat untuk si Batita

June 26, 2010

KALAU sudah berada di dekat toko mainan, pasti tangan Moms ‘gatal’

mainan yang baik untuk si kecil

ingin membelikan si buah hati mainan yang menarik. Apalagi kalau dengar ‘bujukan’ si penjual, “Sayang anak, Bu…” sambil menyodorkan mainan yang lucu-lucu.

Wuih, pengin diborong semua itu mainannya! Eits, mainan memang ada banyak jenisnya, ada yang terbuat dari kain, plastik, kertas atau lilin. Tapi, jangan asal pilih! Ada baiknya mainan itu memberikan manfaat yang terbaik untuk proses tumbuh kembang anak. Lantas, mainan apa sih yang tepat untuk anak usia 1-3 tahun alias batita?

Utamakan Kemampuan Bahasa

Sebelum memutuskan mainan apa yang tepat untuknya, Moms musti pertimbangkan kemampuan bahasa dan motorik si kecil. Menurut Dra Mayke S Tedjasaputra, M.Psi, psikolog dan playterapist dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, kemampuan bahasa untuk anak usia 1 tahun ke atas adalah yang utama.

“Bila dia memiliki ‘modal’ kosakata yang kaya, tentu akan lebih mudah memahami apa yang dikemukakan oleh orang lain. Dia juga bisa merespon dengan kata-kata, bila dia sudah bisa bicara,” ujar wanita yang akrab disapa Mayke ini.

Nah, bila kemampuan bahasanya berkembang dengan baik, dia akan tahu apa yang musti dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Sedangkan, Moms or Dads hanya mendampingi dan mengarahkan dia saat bermain.

Asah Kreativitas Anak

Mainan apa yang tepat untuk si 1-3 tahun? Mayke menyarankan untuk memilih mainan yang bersifat konstruktif dan merangsang kreativitas anak.

Berikut beberapa contoh mainan yang bersifat konstruktif sekaligus melatih kreativitas anak:

*  Balok-balok susun seperti CITY BLOK atau CAR BLOK, di mana balok-balok ini bisa disusun menjadi macam-macam bentuk bangunan seperti jembatan, gedung atau bentuk lain sesuai keinginan. Selain melatih otak kanan yang bikin anak menjadi lebih kreatif, juga melatih otak kiri karena ia belajar mengenal bentuk dan warna. Anda bisa menanyakan apa yang dibangunnya sehingga ia akan bercerita panjang lebar. Ini juga bisa melatih kemampuan bicaranya, bukan? Selain itu, bila ia menyusun balok dengan temannya, anak pun dilatih untuk bekerjasama.
*  Mainan bongkar pasang semacam lego. Di sini, anak bebas berkreasi menyusun dan merakitnya hingga menjadi bentuk seperti rumah, gedung bertingkat, atau bentuk lainnya seperti yang ada dalam imajinasinya. Untuk anak usia 1-3 tahun, sebaiknya pilih yang berukuran besar. Maklum, anak seusianya rentan menelan atau mencicip segala sesuatu yang baru dia kenal atau menarik perhatiannya.
* Mainan yang terbuat dari lilin seperti play dough (lilin mainan).  Dengan ini, anak bisa mengeksplorasi bentuk dan warna sesuai keinginannya. Moms bisa menyontohkan dari bentuk yang masih sederhana semisal bentuk lingkaran atau bola.

Asah Keterampilan Berkomunikasi

Selain mainan yang mampu mengasah kreativitas anak. Mayke juga menyarankan untuk memberikan pula mainan yang bisa merangsang keterampilan berkomunikasi, berimajinasi dan memecahkan masalah seperti berikut ini:

– Telepon mainan, boneka hewan, boneka tangan dan buku cerita bergambar.

Ini semua bisa merangsang perkembangan bahasa anak, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berfantasi dan berinteraksi dengan orang lain.

– Drum, piano mainan, crayon, buku gambar bisa menjadi media si kecil untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan imajinasinya.

Puzzle sederhana (2-4 keping), angka/alfabet mainan, bead maze (balok/bola susun) dapat mengembangkan kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah. Mainan seperti ini juga dapat mengajarkan anak tentang proses kerja suatu benda, mengenalkan angka dan huruf, serta mengasah motorik halusnya.

– Boneka lengkap dengan rumah dan pakaiannya, peralatan dapur mainan, peralatan perkakas mainan, mobil-mobilan yang dilengkapi setir bisa membantu anak untuk belajar tentang dunia orang dewasa.

– Sepeda kecil, panjatan (climber) dan papan keseimbangan (see-saw) juga bisa membantu anak mengasah keterampilan motoriknya.

Sulap Kertas dan Benda Bekas Jadi Mainan

Sebenarnya, mainan tak perlu mahal. Dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita, Moms or Dads pun bisa menciptakan suatu mainan edukatif. Ya, anak tidak melulu musti disodori mainan yang ‘sudah jadi’ untuk merangsang kreativitas, keterampilan berimajinasi atau memecahkan masalah. Mau tahu beberapa di antaranya?

# Kertas Tulis / Gambar

Benda ini tak hanya bisa digunakan untuk kegiatan corat-coret si kecil, melainkan juga untuk menjiplak tangan atau kakinya – dengan bantuan Moms or Dads tentunya. Dari selembar kertas ini pula, bisa dijadikan sebuah bola dengan cara meremas-remasnya. Nah, bola tersebut bisa digelindingkan, dilempar, ditendang atau diputar. Ajak anak untuk melakukan semua aktivitas itu dengan cara menyenangkan.

# Kertas Krep

Ajak anak bermain ‘sulap’ dengan memanfaatkan kertas krep yang berwarna-warni. Sebelumnya sediakan wadah kecil berisi air. Celupkan dua kertas krep yang berbeda ke dalam air tersebut, misalnya warna kuning dan merah dicelupkan ke dalam air. Simsalabim! Muncul warna baru, alias warna oranye. Atau kertas merah dan biru ‘luntur’ menjadi ungu, dan sebagainya. Selain belajar mengenal warna, kegiatan ini pasti mengagumkan untuk si kecil!

# Botol Plastik

Barang bekas seperti botol plastik pun bisa dimanfaatkan jadi mainan. Caranya, lubangi bagian bawah botol lalu masukkan air. Lihat apa yang terjadi, air itu mengalir dari atas ke bawah. Sederhana? Iya, tapi bagi si batita luar biasa! Katakan, “Adek…mau lihat air mancur?” Dijamin, pengalaman si kecil di dunia bermain semakin bertambah.

sumber:  okezone.com

h1

Renang, Baik Untuk Persiapan Melahirkan

June 26, 2010

renang baik untuk ibu hamil

sayang, sudah lama enggak renang nih. Hari ini renang, yuk!” ujar Sari mantap. Tapi, Ariyanto, suaminya, membalas dengan tatapan ragu. “Kamu yakin mau renang? Inget loh kata Mama, kehamilan pertama ini harus ekstra hati-hati. Nanti, kalau ada apa-apa, gimana?”

Ya, banyak yang was-was melihat bumil olahraga. Alasannya, kalau banyak gerak, nanti bisa memicu risiko pada kehamilan. Bagaimana dengan renang? Simak penjelasan dari dokter olahraga, dr Michael Triangto, SpKO dari Slim + Health Sports Therapy, Jakarta.

Perhatikan Denyut Jantung

Olahraga meningkatkan kesehatan, itu fakta. Tak heran, wanita hamil sekalipun dianjurkan berolahraga, asal kehamilannya sehat dan tidak ada gangguan.

“Tentu saja, bumil yang berolahraga, tidak ditunut kemampuannya hingga 100 persen. Cukup 50-70 persen saja,” ungkap dr Michael.

Lanjutnya, kemampuan itu diartikan hitungan denyut jantung. Rumusnya: 220 – Usia (dalam tahun), akan menghasilkan (kemampuan) 100 persen tadi.

Contoh, bumil berusia 25 tahun. Berarti 220-25 = 195 x denyut jantung/menit. Jika bumil, maka akan dihitung 50-70 persennya saat berolahraga, maka denyut jantungnya berkisar antara 97 hingga 136 x per menit.

Menghitung denyut jantung ini penting. “Sebab denyut jantung berlebih, membawa aliran darah ke janin lebih cepat. Bisa mengakibatkan gawat janin,” ingatnya.

Hati-hati pula bagi bumil yang berolahraga, upayakan tidak terlalu bersemangat. Pasalnya, urai dr. Michael, ketika berolahraga terlalu ‘keras’ menuntut aliran darah Moms menuju otot-otot yang bekerja ketimbang aliran darah ke rongga perut (rahim), sehingga terjadi perubahan prioritas aliran darah. Hal ini dikhawatirkan akan membahayakan janin.

4 Plus Renang

Renang tergolong aman, bahkan beberapa literatur menyebutkan bahwa renang adalah olahraga terbaik untuk bumil. Seperti olahraga aerobik lainnya, berenang juga meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap dan memroses oksigen.

“Tipe gerakannya berulang dan dilakukan dalam waktu yang panjang,” urai dr Michael.

Berikut beberapa manfaat dari renang:

1. Biasanya, bumil memiliki masalah dengan Berat Badan (BB) dan lututnya. Sebab, BuMil menopang berat tubuh janin dan dirinya. Tapi, berenang merupakan kegiatan non-weight bearing, yaitu kegiatan yang gaya gravitasi buminya rendah. Di dalam kolam, tubuh terasa lebih ringan dan bumil tidak merasa ada beban karena ‘ditopang’ air sehingga memiliki daya angkat. Tentu saja, hal ini membuat bumil tidak mengalami benturan yang berlebihan.
2. Selain itu, jantung dan paru bumil pun terlatih. Ini penting sebab dalam proses melahirkan kelak, dia membutuhkan latihan pernapasan.
3. Melatih keterampilan dan kelenturan lengan, paha dan panggul. Umpamanya saja, renang dengan gaya dada. Hal ini berguna dalam proses melahirkan ketika Moms ‘mengangkang’ dalam waktu yang lama.
4. Bumil ‘dipaksa’ mengapung di atas air. Sehingga, tanpa sadar, Moms melatih otot pinggang dan punggung, utamanya bagi BuMil yang kerapkali dilanda sakit pinggang dan punggung akibat membawa ‘beban’.

3 Hal yang Perlu Diwaspadai!

* Faktor Keamanan. Hati-hati bila Moms berenang di kolam renang yang kurang terawat. Bila lantainya licin, bumil bisa tergelincir yang bisa membahayakan kehamilan.

* Ketika masuk ke kolam, bumil tidak boleh langsung melompat dari tepi kolam. Turunlah perlahan dari tangga kolam. Bila melompat langsung ke air, dikhawatirkan tekanan air mendorong selaput ketuban yang berimbas pada kebocoran ketuban, bahkan keluarnya cairan ketuban sebelum waktunya.

Hal ini bisa mengakibatkan proses kelahiran atau masuknya infeksi ke rahim. Meski kolam sudah dilakukan water treatment, tetap saja terjadi potensi risiko infeksi dalam kehamilan.

* Faktor Suhu Air. Suhu air yang terlalu dingin, relatif membuat tubuh bereaksi, seperti kulit menjadi keriput yang bisa menyebabkan gangguan sistem keseimbangan aliran darah dari Moms dan janin.

Di samping itu, umumnya suhu air itu lebih rendah (dingin) dari suhu tubuh. Sehingga, timbul rasa lapar berlebihan. Nah, jika kontrol rasa lapar kurang, mengakibatkan berat badan bumil bertambah.

Aturan Renang Berdasarkan Trimester Kehamilan

Bumil boleh saja berenang, tapi ingat loh perhatikan usia kandungan, ya Moms!

Trimester I
Trimester II
Trimester III

Kondisi Janin

Risiko terjadi abortus. Mengingat janin itu perekatannya belum terlalu baik. Pada trimester ini janin mulai menembus dinding rahim. Oleh karena itu, Moms periksa kembali, apakah janin sehat? Setelah itu, lakukan renang secara terprogram.

Janin Lebih Kuat. Meski perut dan payudara membesar, namun bumil masih mampu latihan berenang. Meski begitu, tetap hati-hati akan risiko perdarahan atau plasenta lepas sebagian.

Perubahan Fisik Banyak Berubah. Sehingga, intensitas latihan diturunkan menjadi 45-65% dari 50-70% kemampuan bumil. Selama latihan, diusahakan bumil didampingi orang terdekat, suami, misalnya, untuk mencegah risiko, seperti keram, tergelincir, dan sebagainya.

Frekuensi

3 x Seminggu
3 – 5 x seminggu
5 – 6 x seminggu

Durasi

15 – 30 menit
30 – 45 menit
30 – 60 menit

Intensitas (Denyut Jantung)

50 – 70%
50 – 70%
45 – 65%

Tip Renang Aman ala dr Michael

# Lakukan renang pada pagi hari, sebelum pukul 10.00 WIB. Sedangkan sore, di atas pukul 17.00 WIB.
# Gaya renang yang diajurkan adalah gaya dada. Sebab, gaya ini gerakannya perlahan dan bagus bagi persiapan melahirkan. Namun, hindari renang gaya kupu-kupu.
# Kalaupun bumil tidak bisa berenang, cukup lakukan gerakan ‘berjalan’ di kolam yang airnya setinggi dada Moms.
# Sebelum renang, bumil boleh makan, asal tidak terlalu kenyang.  Dan setelah renang, bumil disarankan mengasup buah atau minum jus.
#   Gunakan baju renang yang nyaman bagi bumil.
¥    Karena lapisan ozon menipis, sebaiknya, lindungi kulit Anda dengan sunblock ber-SPF(Sun Protector Factor)

Sumber: okezone.com

h1

Kulit Cantik dan Lembap dengan Madu

June 26, 2010

MADU merupakan humectant yang berarti memiliki kemampuan untuk menarik dan mengikat kelembapan. Madu sangat ideal untuk merawat kulit berminyak dan noda di kulit. Madu memiliki sifat antibakteri dan dapat melembapkan kulit tanpa menyumbat pori-pori dan berkontribusi terhadap produksi minyak berlebih.

madu sabgat bermanfaat untuk melembapkan kulit

Kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan merupakan faktor penting untuk menjaga kelembutan, kekenyalan, dan kelenturan kulit. Sejalan dengan bertambahnya usia, kulit kehilangan kemampuannya untuk mengikat air yang mengakibatkan kulit menjadi kering atau keriput.

Pengaruh lingkungan tak kalah buruknya bagi kulit, seperti terpapar polulsi dan berbagai zat kimia. Zat alami yang terkandung dalam madu membantu tubuh menjalankan fungsinya dalam melembapkan kulit. Lebih dari itu, madu, madu alami cocok untuk segala jenis kulit, bahkan bagi kulit yang sangat sensitif sekalipun.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, afektivitas madu sebagai antimicrobial agent yang berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri. Menurut Janice Cox, penulis buku Natural Beauty at Home, kandungan antimicrobial dalam madu bermanfaat dalam perawatan jerawat ringan.

Hasil penelitian terbaru itu juga mengembangkan proses menggunakan madu untuk menciptakan alphahydroxy acids (AHAs). AHAs merupakan kandungan penting yang ada dalam setiap krem kulit dan pelembap karena fungsinya sebagai pengelupas kulit.

Perawatan dengan cara pengelupasan ini berguna untuk meningkatkan perbaikan sel kulit dan meremakan kulit. Namun, cara ini bisa menyebabkan kulit teriritasi. Jadi, dengan menambahkan pelembap alami dari madu, produk AHAs menjadi lebih sempurna.

Anda yang ingin mendapatkan manfaat madu untuk perawatan kecantikan kulit dapat mencoba perawatan face & Eye Treatment di Puri Santi, Garden of Reaxation, Jalan Bunga Mawar 19, Cipete Selatan, Jakarta Selatan.

“Perawatan ini sangat baik untuk merelaksasikan otot muka dan mengurangi kantung mata dan hitam bawah mata juga mata sembab. Karena keunggulan kita di bagian face and eye treatment ini, ya, jadi banyak yang minat,” jelas Dina, terapis dari Puri Santi.

Perawatan yang memakan waktu selama 45 menit ini cukup sederhana. Pertama, tubuh di-massage ringan untuk pemanasan. Kemudian wajah dibersihkan dengan susu pembersih untuk menghilangkan bekas make-up dan kotoran. Setelah itu, dibersihkan dengan lap yang telah dicelupkan dalam air hangat. Selanjutnya adalah, mengoleskan madu pada seluruh wajah dan di-massage selama 15 menit.

“Apabila selama menjalani massage madu mulai kering, bisa ditambahkan dengan air mawar. Air ini berfungsi untuk mengurangi kemerahan pada wajah juga meredakan iritasi,” katanya.

Tahap selanjutnya adalah, mengoleskan susu yang sudah diberi sedikit air secara merata pada seluruh wajah dan diamkan selama 10 menit. Susu berfungsi melebapkan kulit. Diamkan selama 10 menit. Menurut Dina, susu mengandung asam laktat, exfaliant lembut, dan merupakan sumber vitamin A dan D yang dapat memelihara kulit.

Madu dan susu juga memiliki sifat antimikroba. Kedua sifat ini meningkat ketika keduanya digabungkan.

“Kedua bahan ini memiliki sifat alami yang dapat membantu menghilangkan kemerahan pada kulit yang teriritasi, antipenuaan, melembutkan dan menggantikan sel-sel kulit mati,” terangnya.

Selanjutnya ketimun yang sudah diris tipis-tipis ditaruh di atas mata. “Dengan kandungan protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, C, dan E, ketimun sanggup menyelesaikan banyak masalah kesehatan dan kecantikan seperti mata sembab dan bengkak yang bisa disebabkan kurang tidur dan kelelahan,” sambungnya.

Terakhir, wajah dibersihkan dan selanjutnya diberikan toner. Perawatan ini tidak menimbulkan efek samping.

“Efek samping enggak ada, ya, karena semuanya alami,” tegasnya. Perawatan ini dilakukan paling tidak seminggu sekali untuk perawatan dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

sumber: okezone.com

//

h1

Tips and trik (khasiat buah apel)

June 26, 2010

“Apel bagus untuk mengobati kecanduan alkohol karena mampu menghilangkan keracunan dan mengurangi keinginan pada anggur dan minuman memabukkan lainnya. Selingi juga dengan jus seledri karena memiliki efek menenangkan dan menjadi penawar alkohol.”

h1

Benarkah Wanita dan Gay Lebih Pandai Mengingat Wajah ?

June 26, 2010

Toronto, Beberapa orang terutama pria sulit mengingat wajah orang lain meski sudah pernah berkenalan sebelumnya. Fenomena ini terkait dengan gender dan orientasi seksual. Dan ternyata gay dan wanita jarang mengalami kesulitan semacam itu.

Kecenderungan ini mudah diamati terutama dalam sebuah pesta atau pertemuan, ketika wanita tampak lebih aktif untuk memperkenalkan pasangannya. Sekalipun pernah berkenalan, pria cenderung mudah lupa dan butuh name-tag untuk mengingatnya.

Fenomena ini terbukti dalam eksperimen yang dilakukan Jennifer Steeves dari York University di Toronto. Ia melibatkan partisipan yang dikelompokkan berdasarkan gender dan orientasi seksual, yakni gay (pria homoseksual), pria heteroseksual dan wanita heteroseksual.

Dikutip dari Time, Jumat (25/6/2010), Steeve dalam eksperimen tersebut menggunakan 10 gambar wajah yang telah dimodifikasi. Telinga, rambut dan tanda khusus seperti cacat atau bekas luka dihilangkan agar partisipan mengenalinya bukan dari tanda atau ciri khusus tersebut.

Untuk menjelaskannya, ia mengaitkan gender dan orientasi seksual dengan kode genetik yang dimiliki setiap manusia. Kode tersebut menentukan kerja otak, termasuk dalam mengenali wajah.

Setiap manusia lahir dengan kode genetik yang mengatur simetri dan asimetri tubuh. Bukan hanya menentukan seseorang kidal atau tidak, kode itu bahkan menentukan arah tumbuh lingkaran rambut (whorl) di ubun-ubun.

Menurut Steeve, kode tersebut sering dikaitkan dengan gender dan orientasi seksual seseorang. Sebab penelitian lain membuktikan, 39 persen gay cenderung menggunakan tangan kiri dan memiliki arah tumbuh lingkaran rambut di ubun-ubun yang melawan arah putaran jarum jam.

Dalam kaitannya dengan kemampuan mengenali wajah, Steeves menduga kode genetik tersebut juga punya peran. Orientasi seksual yang terbentuk sebagai hasil pengkodean, menentukan cara otak mengkomunikasikan seluruh bagian yang ada di dalamnya.

Gay dan wanita heteroseksual diduga mampu menggunakan bagian otak kanan dan kiri sekaligus, dan ini sangat membantu dalam mengenali wajah. Komunikasi antara kedua sisi otak yang terjalin melalui corpus callosum, berlangsung lebih efisien pada kelompok tersebut.

Meskipun demikian, Steeve belum bisa menyimpulkan hal itu, karena masih membutuhkan eksperimen lebih lanjut. Ia tidak melakukan pemindaian otak dengan functional magnetic resonance imager (fMRI), karena universitas tidak mempunyai alatnya.

Sumber:  detik.com